PENDAHULUAN - TAWAKAL
_____________________________________________________________________
TAWAKAL adalah
Jalan terindah dan teragung bagi para hamba pilihan. Allah memerintahkan Nabi
Muhammad untuk bertawakal. Allah swt dan Rasul-Nya memerintahkan para mukmin
untuk memiliki akhlak mulia ini. Allah swt berfirman :
29. Katakanlah: "Dia-lah
Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami
bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan
yang nyata". (QS. Al-Mulk [67] : 29).
Dilain ayat, Allah juga berfirman :
79. sebab itu bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya kamu (Muhammad)
berada di atas kebenaran yang nyata. (QS. An-Naml [27] : 79).
81. dan mereka (orang-orang
munafik) mengatakan: "(Kewajiban Kami hanyalah) taat". tetapi apabila
mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam
hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis
siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan
tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. (QS. An-Nisa’ [4] : 81).
58. dan bertawakkallah kepada
Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.(QS. Al-furqan [25] :
58).
159. Maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah
dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertawakkal kepada-Nya.(QS. Ali ‘Imran [3] : 159).
12. mengapa Kami tidak akan
bertawakkal kepada Allah Padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada Kami, dan
Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan
kepada kami. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu,
berserah diri". (QS. Ibrahim [14] : 12)
173. (yaitu) orang-orang (yang
mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:
"Sesungguhnya manusia[orang-orang Quraisy]
telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada
mereka", Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:
"Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik
Pelindung". QS Ali’Imran [3] : 173).
4. Sesungguhnya telah ada suri
tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia;
ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri
daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari
(kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian
buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan
Ibrahim kepada bapaknya[lih note]:
"Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat
menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan
Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami
bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali." (QS. Al Mumtahanah
[60] : 4).
[note
:]
Nabi Ibrahim pernah memintakan
ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : ini tidak boleh ditiru,
karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk
orang-orang kafir (Lihat surat An Nisa ayat 48).
23. berkatalah dua orang diantara
orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas
keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka
bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan hanya kepada Allah hendaknya
kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". (QS. Al-Ma’idah [5] : 23).
11. Rasul-rasul mereka berkata
kepada mereka: "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi
Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara
hamba-hamba-Nya. dan tidak patut bagi Kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu
melainkan dengan izin Allah. dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya
orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ibrahim [14] : 11).
Allah menyebutkan kata “Tawakal” hanya untuk orang-orang yang dekat
dengan-Nya, orang-orang yang mulia di sisi-Nya dan orang-orang pilihan-Nya.
Keimanan mereka harus disertai dengan Tawakal. Ketika tidak disertai dengan
tawakal, keimanan itu tidak sempurna. Orang yang tidak bertawakal cenderung
memiliki keimanan yang tipis.
Allah swt menjelaskan karakter orang yang beriman dan bertawakal di dalam
firman-Nya berikut ini :
2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka
yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan
ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah
mereka bertawakkal. (QS. Al-anfal [8] : 2).
Allah swt, juga memberitahukan para rasul-Nya bahwa tawakal adalah tempat
bertopang dan bersandar mereka. Karena itu Allah swt memerintahkan mereka untuk
memelihara tawakal di dalam diri mereka. Allah swt berfirman :
84. berkata Musa: "Hai
kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, Maka bertawakkallah kepada-Nya saja,
jika kamu benar-benar orang yang berserah diri."
85.
lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah Kami bertawakkal! Ya Tuhan kami;
janganlah Engkau jadikan Kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim, (QS. Yunus [10] : 84
– 85).
Oleh Karena itu, kita harus meneladani perikehidupan Rasulullah saw, karena
beliau yang mengajarkan kepada kita cara terbaik untuk yakin dan tawakal kepada
Allah swt. Dengan begitu, Allah mencatat usaha kita dalam bertawakal kepada-Nya
sebagai cara untuk menyatukan kita bersama Rasulullah saw dalam surga.
_________________________________
Blog ilmu-tawakal.blogspot.com
sebagian besar akan menulis ulang (saduran) dari kitab “ENSIKLOPEDIA AKHLAK
MUHAMMAD SAW” Penulis : Mahmud Al-Mushri, Penerbit PENA. BAB 6 – TAWAKAL.
Dengan
tujuan untuk memberikan penjabaran tuntas mengenai ilmu tawakal dan pengalaman
blogger sendiri akan implementasi Tawakal dalam kehidupan nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar