Sifat al-Wakil
(Maha Pelindung) Allah swt.
Dari segi bahasa, tawakal berasal
dari kata ‘tawakala’ yang memiliki arti; menyerahkan, mempercayakan dan
mewakilkan. (Munawir, 1984 : 1687). Seseorang yang bertawakal adalah seseorang
yang menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada
Allah SWT (Al-Wakil).
Ibnu
Atsir mengatakan bahwa kita akan menemukan nama al-Wakil di deretan nama-nama Allah yang agung karena Dialah yang
Maha Menjaga dan Maha Menjamin Rezeki seluruh hamba-Nya. Jadi esensi makna al-Wakil tercermin dengan melakukan
sendiri pekara yang berkaitan – dalam mengayomi rezeki misalnya- dengan pihak
yang dijaga-Nya.
Asy-Syinqithi
menginterpretasikan bahwa makna al-Wakil
berhubungan dengan makna dasar dari wakil.
Wakil adalah pihak kedua yang
diserahi urusan oleh pihak pertama. Jadi penyerahan ini bertujuan mencari
kemaslahatan dan mencegah munculnya keburukan.
Pihak
kedua, yaitu Allah adalah Zat mulia yang paling mampu mengatur dan
mengorganisasi segalanya dengan baik. Karena itu manusia dilarang mencari
pelindung selain Allah karena hanya Allah yang mampu mendatangkan kebaikan
ataupun keburukan. Allah pulalah yang mampu mencukupi kebutuhan para
makhluknya. Hanya kepada-Nylah kita berserah diri. Cukuplah Allah menjadi
penolong bagi kita dan Dia sebaik-baik penolong.
Anjuran untuk Bertawakal
Seorang
hamba harus bertawakal kepada Allah, kapanpun dan dimanapun dia berada serta di
setiap permasalahan hidupnya. Nabi saw mengajarkan dan memerintahkan umat Islam
untuk bertawakal pada setiap kesempatan. Kesempatan bertawakl itu disebutkan
oleh Fairuzabadi berikut ini :
1. Jika kalian
meminta pertolongan dan kelapangan dari suatu kesulitan dan kesempitan,
bertawakallah kepada-Nya.
إِن
يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ وَإِن يَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا
ٱلَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ
ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
160. jika Allah menolong kamu,
Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu
(tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu
(selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja
orang-orang mukmin bertawakkal. (QS. Ali ‘Imran [3] : 160)
2. Kita harus
menjadikan tawakal sebagai teman jika musuh menghadang.
وَيَقُولُونَ
طَاعَةٌ۬ فَإِذَا بَرَزُواْ مِنۡ عِندِكَ بَيَّتَ طَآٮِٕفَةٌ۬ مِّنۡہُمۡ
غَيۡرَ ٱلَّذِى تَقُولُۖ وَٱللَّهُ يَكۡتُبُ مَا يُبَيِّتُونَۖ
فَأَعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ
وَكِيلاً .
81. dan mereka (orang-orang
munafik) mengatakan: "(Kewajiban Kami hanyalah) taat". tetapi apabila
mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam
hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah
menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari
mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. (QS. An-Nisa’ [4] :
81)
Jika ada yang menentang, kita harus bersandar kepada
Allah.
فَإِن
تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ حَسۡبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۖ
عَلَيۡهِ تَوَڪَّلۡتُۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ
129. jika mereka berpaling (dari
keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain
Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy
yang agung". (QS. At-Taubah [9] : 129).
3. Jika kita
membaca atau mendengar orang lain menyampaikan Al-Qur’an, kita harus berpegang
teguh dan bertawakal.
إِنَّمَا
ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُہُمۡ
وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتُهُ ۥ زَادَتۡہُمۡ إِيمَـٰنً۬ا
وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ
2. Sesungguhnya orang-orang yang
beriman[*] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[**] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan
ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah
mereka bertawakkal. (QS. Al-Anfal [8] : 2)
[*] Maksudnya: orang
yang sempurna imannya. [**]
Dimaksud dengan disebut nama Allah Ialah: menyebut sifat-sifat yang
mengagungkan dan memuliakannya.
4. Jika suatu
Kaum mengajak perdamaian dan perbaikan hubungan, maka kita harus menerimanya
dan bertawakal kepada Allah.
وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلۡمِ فَٱجۡنَحۡ لَهَا وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
61. dan jika mereka condong
kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Anfal [8] :
61)
5. Bertawakal
dengan takdir Allah
قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا ڪَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَٮٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَڪَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
51. Katakanlah: "Sekali-kali
tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk
kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang
beriman harus bertawakal." (QS. At-Taubah [9] : 51)
6. Bertawakal
jika berhadapan dengan musuh
وَٱتۡلُ
عَلَيۡہِمۡ نَبَأَ نُوحٍ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦ يَـٰقَوۡمِ إِن كَانَ
كَبُرَ عَلَيۡكُم مَّقَامِى وَتَذۡكِيرِى بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى
ٱللَّهِ تَوَڪَّلۡتُ فَأَجۡمِعُوٓاْ أَمۡرَكُمۡ وَشُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ لَا
يَكُنۡ أَمۡرُكُمۡ عَلَيۡكُمۡ غُمَّةً۬ ثُمَّ ٱقۡضُوٓاْ إِلَىَّ وَلَا
تُنظِرُونِ
71. dan bacakanIah kepada mereka
berita penting tentang Nuh di waktu Dia berkata kepada kaumnya: "Hai
kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku
(kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, Maka kepada Allah-lah aku bertawakal,
karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk
membinasakanku). kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah
terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS. Yunus [10]: 71)
7. Bertawakal
kepada Allah sebagai tepat kembali segala sesuatu karena semua hal yang bernilai
di sisi-Nya, dilakukan karena-Nya.
وَلِلَّهِ
غَيۡبُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَإِلَيۡهِ يُرۡجَعُ ٱلۡأَمۡرُ
كُلُّهُ ۥ فَٱعۡبُدۡهُ وَتَوَڪَّلۡ عَلَيۡهِۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ
عَمَّا تَعۡمَلُونَ
123. dan kepunyaan Allah-lah apa
yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan
semuanya, Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. dan sekali-kali
Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Hud [11] : 123).
8. Menjadikan
Allah swt sebagai tempat bersandar.
كَذَٲلِكَ
أَرۡسَلۡنَـٰكَ فِىٓ أُمَّةٍ۬ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهَآ أُمَمٌ۬
لِّتَتۡلُوَاْ عَلَيۡہِمُ ٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَهُمۡ
يَكۡفُرُونَ بِٱلرَّحۡمَـٰنِۚ قُلۡ هُوَ رَبِّى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ
عَلَيۡهِ تَوَڪَّلۡتُ وَإِلَيۡهِ مَتَابِ
30. Demikianlah, Kami telah
mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat
sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Quran) yang Kami wahyukan
kepadamu, Padahal mereka kafir kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Katakanlah:
"Dia-lah Tuhanku tidak ada Tuhan selain dia; hanya kepada-Nya aku
bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat". (QS. Ar-Ra’d [13]
:30).
9.Memenuhi
panggilan hidayah dengan penuh sabar dan tawakal
وَمَا
لَنَآ أَلَّا نَتَوَڪَّلَ عَلَى ٱللَّهِ وَقَدۡ هَدَٮٰنَا سُبُلَنَاۚ
وَلَنَصۡبِرَنَّ عَلَىٰ مَآ ءَاذَيۡتُمُونَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ
فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ
12. mengapa Kami tidak akan
bertawakkal kepada Allah Padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada Kami, dan
Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan
kepada kami. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu,
berserah diri". (QS. Ibrahim [14] : 12)
10. Berlindung
kepada Allah karena Godaan dan pengaruh setan tidak berpengaruh kepada Mukmin
dan orang yang bertawakal
إِنَّهُ ۥ لَيۡسَ لَهُ ۥ سُلۡطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَڪَّلُونَ
99. Sesungguhnya syaitan itu
tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Tuhannya.
(Qs. An-Nahl [16] : 99).
11. Berpegang
teguh pada tali tawakal agar Allah selalu menjadi penolong kita
وَيَقُولُونَ
طَاعَةٌ۬ فَإِذَا بَرَزُواْ مِنۡ عِندِكَ بَيَّتَ طَآٮِٕفَةٌ۬ مِّنۡہُمۡ
غَيۡرَ ٱلَّذِى تَقُولُۖ وَٱللَّهُ يَكۡتُبُ مَا يُبَيِّتُونَۖ
فَأَعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ
وَكِيلاً
81. dan mereka (orang-orang
munafik) mengatakan: "(Kewajiban Kami hanyalah) taat". tetapi apabila
mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam
hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah
menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari
mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. (QS. An-Nisa’ [4] :
81)
12.
Allah akan
memberikan ganjaran di dunia dan akhirat jika bersabar dan bertawakal
إِنَّمَا قَوۡلُنَا لِشَىۡءٍ إِذَآ أَرَدۡنَـٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُ ۥ كُن فَيَكُونُ (٤٠) وَٱلَّذِينَ
هَاجَرُواْ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْ لَنُبَوِّئَنَّهُمۡ فِى
ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ۖ وَلَأَجۡرُ ٱلۡأَخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ
يَعۡلَمُونَ (٤١) ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَڪَّلُونَ (٤٢)
40. Sesungguhnya Perkataan Kami
terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya:
"kun (jadilah)", Maka jadilah ia.
41. dan orang-orang yang berhijrah karena Allah
sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada
mereka di dunia. dan Sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau
mereka mengetahui,
42. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya
kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.
(QS. An-Nahl [16] : 40 - 42)
13. Allah
mencintai orang-orang yang bertawakal
فَبِمَا
رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ
ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ
لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى
ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِين
159. Maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu[*]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali ‘Imr’an [3] : 159)
[*] Maksudnya:
urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik,
ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
14. Allah akan
mencukupi keperluan kita jika kita bertawakal
وَيَرۡزُقۡهُ
مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ
حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ
لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا
3. dan memberinya rezki dari arah
yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath –Thalaq [65] : 3)
Blog ilmu-tawakal.blogspot.com
sebagian besar akan menulis ulang (saduran) dari kitab “ENSIKLOPEDIA AKHLAK
MUHAMMAD SAW” Penulis : Mahmud Al-Mushri, Penerbit PENA. BAB 6 – TAWAKAL. Dan ditambah sesuai
dengan pemahaman blogger.