TAWAKAL
Berilmu dan beramal
Translate
Minggu, 30 Agustus 2020
Indahnya Cinta Sesama Manusia Karena Allah.
Sabtu, 22 Agustus 2020
TAWAKKAL SEBAGAI PENYEMBUH THIYARAH
Sabtu, 09 Mei 2020
Perbedaan Antara Maghfirah Dengan 'Afuw
Kamis, 07 Mei 2020
L E L A K I - L A N G I T
Jumat, 28 Desember 2018
Kisah Laila al-Halwa Sembuh Dari Sakit Kanker
Kisah Laila al-Halwa Sembuh Dari Sakit Kanker
Siapa yang tidak kenal dengan Laila al-Halwa dan kisahnya?
Seorang muslimah dari Maroko yg terkena pelet ganas dan mematikan yaitu kanker.
Kepada semua yg terkena penyakit ganas ini, kepada semua yg putus asa dr harapan sembuh akibat penyakit ini, kepada siapa saja yg menginginkan kesembuhan dr kanker, kepada mereka semua dan siapapun, ingatlah kalian akan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Allah SWT berfirman:
وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa iy yamsaskallohu bidhurrin fa laa kaasyifa lahuuu illaa huw, wa iy yamsaska bikhoirin fa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 17)
Gambaran dr ayat ini terlihat jelas dalam kisah Laila al-Halwa. Berikut penuturannya:
Sudah 9 THN sy menderita penyakit ganas dan mematikan yaitu kanker. Saat itu keimanan kita kepada Allah sangat lemah. Sy jauh dr Tuhan dan Syari'at-Nya. Waktu itu sy menganggap bahwa kecantikan wanita akan terus abadi seoanjan hidupnya, demikian pula dgn kemudaan dan kesehatannya. Sy pun tdk pernah menyangka sama sekali bahwa sy akan terkena kanker yg ganas dan mematikan.
Ketika terkena penyakit ini sy sangat shock. Kadang sy berpikir untuk lari, akan tetapi kemana? Karena penyakitku akan selalu bersamaku dimana pun sy berada. Kadang pula sy berfikir utk bunuh diri, akan tetapi begitu teringat dgn suami dan anak2nya, sy pun menjadi kasihan terhadap mereka. Tidak terbesit dalam pikiranku bahwa Allah akan menghukumku jika aku bunuh diri, karena sebagaiman yg telah kukatakan sebelumnya bahwa saya lalai dan lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ternyata Allah hendak memberiku hidayah melalui penyakit ini dan juga kepada banyak orang. Maka kesembuhanku pun diatur olehNya secara perlahan-lahan.
Ketika terkena penyakit ini, aku pergi ke Belgia dan berkonsultasi dgn banyak dokter disana. Kata mereka kepada suamiku, "Payudara istrimu harus dipotong, kemudian rambut-rambut yg ada di tubuhnya harua dihilangkan, termasuk bulu mata dan alis, kuku dan giginya harus dipotong dan dilepas."
Semua saran dokter kutilang dgn tegas, "Saya lebih suka mati dgn payudara yg utuh dan rambut yg utuh pula serta semua yg diciptakan Allah pada tubuhku."
Kemudian aku meminta obat ringan dan mereka pun memberikannya.
Kami pun kembali ke Maroko dan menggunakan obat yg dikasih sang Dokter, akan tetapi tidak berpengaruh apa-apa. Mulanya aku gembira dan mengatakan, Mungkin dokter salah prediksi dan aku tidak terkena penyakit kanker."
Akan tetapi setelah 6 bukan aku merasa berat tubuhku berkurang, warna kulitku berubah dan sering merasa sakit-sakitan. Akhirnya dokter langgananku di Maroko menyarankan agar aku kembali ke Belgia untuk berrobat.
Dokter mengatakan kepada suamiku, bahwa mereka menyerah karena tidak mempunyai obat lagi untuk penyakitku. Kata mereka kepada suamiku, "lebih baik kamu bawa kembali isterimu ke Maroko agar ia meninggal di sana."
Suamiku sangat kaget mendengarnya dan kami tidak langsung pulang ke Maroko, akan tetapi pergi Perancis utk mencari obat disana. Akan tetapi hasilnya pun sama dan kami tdk menemukan apa-apa. Akhirnya kami pasrah dan meminta bantuan kepada seseorang untuk masuk rumah sakit guna melakukan pengobatan yaitu motong payudara dan menghilangkan rambut-rambut di tubuh dan lain sebagainya.
Akan tetapi suamiku teringat sesuatu yg telah lama kami lupakan sepanjang hidup kami. Allah telah memberi Ilham kepada suami agar kami pergi ke Mekkah untuk mengunjungi Ka'bah guna memohon kepada Allah agar penyakitku bisa sembuh. Dan akhirnya kami pun pergi kesana.
"Kamipun tiba di Masjidil Haram. Ketika masuk dan melihat Ka'bah, aku menangis tersedu-sedu karena mengingat banyaknya dosa yang telah kulakukan. Aku teringat begitu banyak kewajiban yang telah kutinggalkan sehingga aku mengatakan, "Ya Rabbi, akutelah berusaha semaksimal mungkin dengan berobat kepada dokter, sekarang tidak ada yang kumohon selain kepada-Mu. Karena itu janganlah Engkau tutup pintu taubat untukku."
Aku melakukan tawaf dan memohon kepada Allah agar tidak menyia-nyiakanku. Aku memohon agar diberi kesembuhan supaya para dokter heran dan kaget dengan hal tersebut.
Sebagaimana yg telah ku jelaskan sebelumnya, bahwa aku lalai kepada Allah dan tidak mengerti agamaNya. Maka aku pun mengunjungi Syekh dan Ulama yg berada di sana untuk minta doa-doa ringan yang bisa kuhapal. Mereka menyarankan agar aku banyak membaca Al-Qur'an dan meminum air zam-zam. Mereka juga menasehatiku agar banyak berdzikir dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.
Aku merasa tenang dan tentram berada di tanah haram. Aku pun meminta ijin kepada suamiku agar diperbolehkan tinggal di Masjidil Haram dan tidak pulang ke hotel. Setelah diberi ijin aku selalu berada di Masjidil Haram untuk berdzikir dan beribadah.
Di Masjid aku ditemani banyak wanita yg melihatku sering menangis. Mereka pun menanyakan kepadaku tentang sebab tangisku, dan aku menjawab, "Karena aku telah berada di Masjidil Haram dan aku tidak menyangka sama sekali akan begitu mencintainya. Kedua karena aku terkena penyakit kanker dan menginginkan kesembuhan."
Mereka tetap menemaniku dan tidak meninggalkanku. Aku katakan kepada mereka bahwa aku sedang ber'itikaf di Masjidil Haram, maka mereka pun meminta ijin kepada suami mereka agar diperbolehkan untuk ber'itikaf bersamaku. Di masjid aku tidak tidur dan tidak makan kecuali sedikit, akan tetapi aku banyak meminum air zamzam, mengingat Nabi shalallahu'alaihi wasallam bersabda, "Air zam-zam adalah tergantung untuk apa ia diminum (sesuai dengan niat orang yang meminumnya)".
Jika ia diminum utk penyembuhan, maka Allah akan menyembuhkan penyakit tersebut. Jika diminum karena haus, maka Allah akan menghilangkan dahaga tersebut. Dan jika diminum dalam rangka mohon pertolongan kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
Berkat meminum air zamzam aku tidak merasa haus. Aku terus melakukan thawaf tanpa henti dan menunaikan shalat dua rakaat. Begitulah yang kulakukan sehari-harinya: thawaf, shalat, membaca Al-Qur'an, dan meminum air zamzam. Aku juga jarang tidur kecuali sebentar saja.
Kondisiku semakin lemah dan kurus dan bahan atas tubuhku membengkak dan banyak muncul benjolan-benjolan (tumor). Hal ini semakin memperkuat bahwa penyakitku telah menyebar di bagian atas tubuhku. Teman-temanku menyarankan agar bagian yang membengkak tersebut dibasuh dgn air zamzam, akan tetapi aku tidak mau memegang bengkak dan benjolan tersebut karena takut akan memalingkanku dari dzikir dan ibadah kepada Allah. Akhirnya aku hanya membasuhnya tanpa menyentuh bagian tubuh yang bengkak tersebut.
Pada hari kelima teman-temanku mendorongku agar aku membasuh tubuhku dgn air zamzam. Mulanya aku menolaknya, akan tetapi seakan-akan ada kekuatan yang mendorongku untuk melakukan hal tersebut. Memang awalnya aku merasa takut, tetapi kemudian muncul dorongan tersebut dan utk yg kedua ini aku merasa ragu. Hingga utk ketiga kalinya seakan-akan ada kekuatan yg mendorongku utk mengambil air zamzam dan membasuhkannya ke tubuhku dan payudaraku yg penuh dgn darah dan nanah serta benjolan. Tiba-tiba terjadi hal menakjubkan yg sama sekali tidak terbayangkan dalam pikiranku, yaitu seluruh bengkak dan benjolan tersebut hilang dari tubuhku tanpa tersisa sedikitpun. Aku pun tidak lagi merasa sakit, tidak ada lagi darah dan nanah di tubuhku.
Mulanya aku sangat kaget. Akupun memasukkan tanganku ke dalam bajuku utk memastikan apakah masih ada benjolan dan bengkak di tubuhku, akan tetapi aku tidak menemukan apa-apa. Aku agak takut ketika itu, akan tetapi kemudian aku teringat bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kemudian aku meminta kepada salah seorang temanku agar memegang tubuhku dan mencari benjolan dan bengkak tersebut, ternyata benar bahwa semuanya telah hilang dr tubuhku.ereka pin menjerit histeris seraya berucap "Allahu Akbar, Allahu Akbar".
Selanjutnya aku segerapergi menemui suamiku utk mengabarkan kesembuhanku. Begitu masuk hotel dan berada di hadapannya, aku langsung menyobek bajuku seraya berkata, "lihatlah Rahmat Allah".
Kuceritakam semua yg terjadi kepadanya. Tetapi ia tdk mempercayainya. Ia menangis dan menjerit seraya berkata, "Tahukah kamu bahwa dokter mengatakan bahwa kematianmu tinggal tiga Minggu lagi?"
Kukatakan kepadanya, "Ajal dan latihan hanyalah di tangan Allah, dan tidak ada yang mengetahui hal ghaib selain Allah".
Tutur Laila al-Halwa selanjutnya, Kami tinggal di Masjidil Haram selam seminggu. Kami memuji Allah dan bersyukur atas nikmatNya yang tiada terhingga. Kemudian kami mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah, lalu kembali ke Perancis. Para Dokter di sana terheran-heran dengan keadaanku dan sangat bingung. Mereka menanyakan kepadaku, "Apakah Anda wanita yang pernah berobat kepada kami?"
Dengan mantap dan percaya diri kujawab, "Ya, akulah orangnya dan inilah suamiku. Aku telah kembali kepada Tuhanku, dan aku tidak takut apapun kecuali kepada-Nya. Semua yang terjadi adalah takdir dan kehendak-Nya."
Para dokter mengatakan, "Kondisi Anda sangat aneh dan mengherankan, semua bengkak dan benjolan telah hilang, karena itu perlu diadakan pemeriksaan ulang."
Ketika mereka memeriksa dan meneliti tubuhku, mereka tidak menemukan apa-apa dan penyakitku benar-benar telah sembuh total. Sebelumnya aku tidak bisa bernafas karena benjolan dan bengkak tersebut, akan tetapi ketika tiba di Masjidil Haram dan mohon kesembuhan kepada Allah, semuanya hilang dari tubuhku.
Setelah itu aku mulai membaca buku-buku sejarah Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam dan para Sahabatnya -radhiyallahu 'anhuma-. Aku banyak menangis setelah itu karena mengingat dosa-dosa yang telah kulakukan di masa lalu. Aku mohon kepada Allah agar menerima taubatku dan keluargaku serta segenap kaum muslimin.
Itulah kisah Laila al-Halwa wanita muslim dari Maroko yang tidak pernah menyerah berjuang untuk sembuh dari sakit Kanker yang dideritanya. Hingga pada akhirnya Allah adakan jalan keluar dan Allah turunkan pertolongan-Nya yaitu berupa kesembuhan dari sakit panjangnya, yaitu dengan berikhtiar meminum air zamzam dan ke Mekkah untuk beribadah serta memohon kesembuhan padaNya
Dia-lah Allah...
Rabb Langit dan Bumi
Semua yang ada di langit bertasbih menyebut namaNya
Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Azza wa Jalla
Tempat bergantung bagi seluruh makhluk
Tidak beranak dan tidak pula diperanakan
dan tidak ada yang setara dengan Dia.
Teruntuk saudara-saudaraku yang saat ini sedang Allah uji dengan sakit. Jangan berkecil hati. Sakit ini adalah Rahmat dari Allah. Sakit ini adalah tanda cinta Allah kepada hambaNya. Selalu ada hikmah dibalik ujianNya. Dan ingatlah, bahwa temannya pertolongan adalah kesabaran. Dan jalan keluar selalu ada di setiap kesempitan.
Jangan pernah berhenti untuk berdoa memohon pertolongan dan kesembuhan padaNya. Dan jangan pernah berhenti bertobat nasuha serta jangan pernah berhenti untuk berikhtiar dengan jalan-jalan syar'i yang Allah ridho dan sesuai dengan Sunnah Nabi 'alayhissholatu wassalam
Semoga kita semua yang sedang Allah uji sakit, Allah berikan jalan keluar dan kesembuhan dari sakit yang diderita. Dan lewat sakit ini pula Allah gugurkan kesalahan serta dosa yang pernah kita perbuat di masa lalu.
Dan bagi sahabat yg punya rizki lebih bisa ikhtiar sebagaimana ikhtiarnya Laila al-Halwa di atas. Allahu'alam
💌 Barakallahu Fiikum...
Sangat dianjurkan untuk disebarkan ke banyak orang. Agar mereka mendapatkan manfaat yang sama seperti anda saat ini. Semoga tercatat sebagai amal shalih
Sumber : kisah Islam.net
Sabtu, 12 Mei 2018
KESABARAN MEMBUAHKAN HASIL - ULTIMATE TAWAKAL
-------------------------
Aku mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu muslim kulit hitam yang juga bekerja di hotel ini. Beberapa bulan belakangan aku tak lagi melihatnya. Biasanya ia bekerja bersama pekerja lain menggarap proyek bangunan di tengah terik matahari kota Riyadh .
“Oh kamu tidak tahu?” jawabnya balik bertanya dengan bahasa Inggris khas India.
“Iya, beberapa minggu ini dia tak terlihat di mushola.”
Selepas itu tanpa diduga Iqbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.
Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah, tapi di kota? Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.
Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan dahaga dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.
Di tahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, sudah lima tahun ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya tapi kehidupannya tidak kunjung berubah. Ia memutuskan untuk pulang ke Sudan, tekadnya telah bulat untuk kembali berkumpul dengan keluarganya di Sudan.
Hari itu juga Ammar berpamitan pada teman2nya, ia pergi ke sebuah agen perjalanan di Olaya- Riyadh, untuk membeli tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini susah didapat karena konflik di Libya, negara tetangganya. Saat itu tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.
Akhirnya ia membeli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan. Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.Tadi pagi ia tidak sarapan , siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan keadaan itu.
Hanya disaat shalat itulah dia merasakan kesejukan, Ia merasakan terlepas dari beban dunia yang menghimpitnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit yang ia lalui.
Ammar masih bingung kemana harus melangkah, sedangkan penerbangan masih seminggu lagi.
Dilihatnya beberapa mushaf Al Qur’an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengambil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan terus membaca al Qur’an hingga adzan ashar tiba menyapanya, selepas maghrib ia masih di sana. Akhirnya Ammar memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.
Namun ia memahami, inilah kehidupan dan dunia hanyalah persinggahan sementara. Ia tidak pernah ingin mencemari kedekatannya dengan Penggenggam Alam semesta dengan mengeluh. Ia tetap berjalan walau tertatih memenuhi kewajiban sebagai Hamba Allah, dan sebagai imam dalam keluarganya.
Kerajaan Saudi memiliki banyak Prince dan Princess (Putra dan Putri Kerajaan) , mereka tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini dan tinggal di istana masing masing.
“Berapakah gajimu dalam satu bulan?”
Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji berbulan bulan. Prince memakluminya, lalu beliau bertanya lagi:
“Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu terima ?”
Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun ini.
“Alhamdulilah, SR 1.400 “, jawab Ammar.
“Aku tahu cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan. Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini, lalu kembalilah setelah 3 bulan. Saya siapkan tiket untuk kamu dan keluargamu kembali ke kota Riyadh. Jadilah Bilal di masjidku dan hiduplah bersama kami di Palace ini.“
Subhanallah….seperti itulah buah dari kesabaran.
Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran, *karena Sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya”.* (NAI)
Senin, 28 Agustus 2017
MENEMPATKAN ALLAH PADA DIRI ANAK (implementasi tawakal)
Bismillah...
*MENEMPATKAN ALLAH PADA DIRI ANAK*
Kunci utama dalam pengasuhan itu sebetulnya sederhana : menempatkan Allah pada diri anak, itu saja.
Namun ini adalah sebuah proses yang lama dan panjang, memerlukan kesabaran, kepercayaan dan frekuensi yang sering, terus menerus, dan tak ada habisnya.
Hal pertama yang perlu diberitahu pada anak adalah: "Allah sangat menyayangimu".
Ayah ibu yang cuma dititipkan saja, sayangnya bisa sampai ujung dunia. Apalagi sayangnya Yang Maha. Allah memberi hal-hal yang ibu dan ayah tak akan pernah bisa beri, mata, hidung, telinga, belum lagi pankreas, jantung dan pembuluh darah yang bekerja sempurna. Nikmat udara dan air bersih tidak terhingga, sampai
tidak bisa terhitung karuniaNya. Bahkan nafas yang baru saja engkau tarik itu..adalah hadiah dariNya!
~~~
Hal kedua adalah bahwa "bukan saja Allah Maha Melihat, Allah memiliki 'CCTV' tanpa cela", Raqib dan Atid namanya.
Mereka melihat, mencatat semua amal dan dosa, yang disembunyikan, yang tampak, walau ayah dan ibu tidak disampingmu.
Dengan mengetahui ini, anak tidak akan pernah ketakutan. Karena Pemiliknya memberikan 'bodyguard' yang selalu siap siaga. Tapi anak juga akan berhati-hati dalam setiap perilaku, karena malaikat-malaikat ini sungguh jeli.
~~~
Ketiga, selalu terbuka 'jalur komunikasi', minimal 5x sehari. Bahkan lebih dengan yg sunnah.
Saat berkomunikasi, kita boleh minta apaaaa saja tanpa batas. Allah Maha pembuat keajaiban dengan mudah, dan Allah bahkan tahu apa yang kamu inginkan, tanpa kamu minta.
~~~
Ke empat, Allah memberikan buku pedoman yang tidak berubah. Di dalamnya tertera jelas bagaimana cara menjalankan hidup dengan baik.
Untaian kalimat-kalimatNya dapat menenangkan hatimu di kala gundah. Tapi jangan hanya sekedar dibaca, pahami maknanya, dan jadikan petunjuk. Semua jawaban ada disana
~~~
Terakhir, Allah memberikan 2 pilihan jalur yang dapat di tempuh. Ke 'kiri' neraka, ke 'kanan', kenikmatan di luar akal manusia.
Ayah dan ibu hanya bisa berusaha sekuat tenaga agar engkau berada di jalur yang benar. Tapi ketika kami tiada, semuanya keputusanmu. Kamu bertanggungjawab pada semua pilihan yang kamu ambil.
~~~
Jika 5 hal ini kokoh tertanam, ayah bunda tidak perlu khawatir anak akan berbohong atau mencuri, berzina atau meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya.
Mereka tahu bahwa ayah bunda hanya 'mentor' saja. Ada 'bos besar' yang akan meminta pertanggungjawaban hidupnya.
Mata dan tangan ayah bunda terbatas, tapi pandangan dan bantuan Allah tidak. Kekayaan ayah-ibu terbatas, kekayaan Allah tidak. Anak tidak akan malas belajar Al Quran, karena buku petunjukNya adalah petunjuk bagi mereka yang berpikir.
Nikmat sekali membesarkan anak jika Allah sudah tertanam kokoh dalam dirinya. Tidak perlu kerja keras, banyak bicara, dan jadi 'satpam' yang selalu curiga. Jika sejak kecil dia tau Allah ada, sampai mati anggapan itu tak kan berubah.
Jadi apapun yang Ayah Bunda ingin ajarkan ke anak, ingat.. Allah dulu.
First things first,
so you can enjoy your children..:)
Sumber: FB Yayasan Kita dan Buah Hati